Aksi Nyata-Pendidikan Sosiokultural dalam Pendidikan di Indonesia
Oleh:
Heni Setyaningrum (231315055)/PPG Sejarah Universitas Sanata Dharma
A. Mulai Dari Diri
- Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses pembelajaran pada topik ini adalah nantinya topik ini akan mengkaji bagaimana perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi pendidikan bagi tiap individu. Banyak pandangan yang kurang tepat dan diyakini oleh masyarakat, salah satunya adanya pandangan bahwa peserta didik merupakan kertas kosong yang harus di isi oleh pendidik (guru). Peserta didik dianggap tidak memiliki kemampuan awal dan harus menggali melalui sumber utama yaitu guru. Padahal pandangan-pandangan tersebut kurang tepat, dengan mempelajari topik ini diharapkan saya sebagai mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan dan insight baru yang akan berguna sebagai bekal saya nantinya ketika menjadi guru profesional.
B. Eksplorasi Konsep
- Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Pada topik ini saya menyadari bahwa terdapat banyak faktor terkait dengan faktor sosiokultural yang mempengaruhi keberhasilan dari pendidikan pada seseorang. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam proses pendidikan adalah socio economic status (SES) atau dalam bahasa Indonesia berarti status sosial ekonomi. SES merujuk pada posisi seseorang dalam sebuah struktur sosial dan ekonomi pada masyarakat. Terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan SES diantaranya adalah pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan status sosial. SES memiliki pengaruh yang besar dalam proses pendidikan seseorang diantaranya dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Akses ke Sumber Daya Pendidikan: Individu yang memiliki latar belakang SES yang lebih tinggi memiliki kecenderungan untuk berhasil dalam proses pendidikan. Hal ini dikarenakan keluarga dengan SES tinggi akan memiliki akses yang leih besar terhadap sumber daya pendidikan seperti buku, perangkat elektronik, dan berbagai keuntungan lainnya yang dapat diampu dengan finansial mereka.
- Kualitas Pendidikan Awal : Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan SES yang tinggi biasanya akan memiliki akses menujuk pendidikan awal yang lebih berkualitas. Dimulai dari pendidikan pra sekolah hingga pendidikan yang lebih tinggi.
- Stabilitas Keluarga: Keluarga yang memiliki kestabilan ekonomi dan sosial yang lebih besar cenderung dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk mendukung pembelajaran anak-anak mereka untuk dapat fokus pada pendidikan mereka tanpa terganggu oleh beban finansial ataupun ketidakstabilan dari keluarga.
- Harapan dan Budaya Pendidikan: Keluaga dengan SES yang lebih tinggi cenderung memiliki harapan akan pendidikan yang lebih tinggi untuk anak-anak mereka. Lebih lanjut bahkan mereka menganggap bahwa pendidikan merupakan investasi yang dapat diwariskan untuk anak-anak mereka.
C. Ruang Kolaborasi
- Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Dalam ruang kolaborasi yang dilaksanakan oleh saya bersama teman sekelompok kami melakukan beberapa kegiatan diantaranya yaitu membaca, berdiskusi, dan mengutarakan hasil diskusi kami dalam bentuk media presentasi.
1. Membaca
Kegiatan yang pertama yaitu membaca 3 jenis bacaan yaitu pertama "Belajar Berdemokrasi" dari buku Mengajar untuk Perubahan pada halaman 58-75. Kedua, "Ray Sang Pecandu Online Game" dari buku Mengajar untuk Perubahan, halaman 76-92. Ketiga, "Literasi Dasar: dari buku Melawan Setan Bermata Runcing halaman 125-156.
2. Diskusi
Berdasarkan hasil diskusi yang kami lakukan secara berkelompok kami menemukan beberapa hal diantaranya yang pertama latar belakang sosiokultural berpengaruh pada proses pendidikan seseorang.Tak hanya itu saja dalam mendukung tercapainya tujuan dari pendidikan seorang pendidik juga dituntut untuk dapat kreatif dan berani untuk mengeksplorasi model-model pembelajaran yang sekiranya cocok dan sesuai dengan karakteristik peserta didik ataupun karakteristik dari lingkungan tempat mengajar. Dalam bacaan kita dapat melihat bukti atau contoh nyata saat seorang guru berani menerapkan pembelajaran dengan model baru yaitu role-play atau bermain peran peserta didik justru terlihat antusias bahkan pengajaran yang diajarkan guru membekas kepada peserta didik. Bukti bahwa pendidikan yang diajarkan oleh guru membekas adalah peserta didik dapat mengkontekstualkan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, yaitu mengenai kisah seseorang peserta didik yang mengalami kecanduan dalam game online. Dari kisah tersebut kita menjadi paham bahwa pentingnya peran guru dalam mendampingi peserta didiknya. Guru tidak hanya bertugas untuk mendidik peserta didik saja, namun juga membimbing dan menyayangi peserta didik. Pendekatan yang dilakukan oleh guru sudah tepat dikarenakan guru mencoba melakukan pendekatan secara personal kepada peserta didik terkait masalah yang sedang dialami. Guru tidak langsung melakukan tindakan represif yang berpotensi membuat peserta didik justru tidak mau diajak berkoordinasi. Peran guru dalam mendampingi peserta didik diantaranya yaitu menjadi pendengar yang empati, menyediakan dukungan emosional, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan, melakukan kemitraan dengan orang tua, dan harus menunjukkan konsistensi dan kesabaran.
Ketiga, yaitu menceritakan mengenai kisah seorang mahasiswa yang menghadapi tantangan untuk mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak pedalaman. Pada awalnya mahasiwa mengalami penolakan dari orang-orang pedalaman tersebut. Masyarakat pedalaman disini diceritakan sering dicurangi oleh orang dikarenakan mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan bekal dalam kehidupan mereka. Namun dengan segala upaya dan usaha maka akhirnya mahasiswa berhasil untuk mengajarkan ilmu baru untuk mereka. Dari kisah ini kita menjadi tahu bahwa bekal ilmu pengetahuan merupakan hal yang penting untuk kehidupan. Pendidikan dapat dijadikan sebagai investasi untuk bekal di masa depan.
3. Presentasi
Pada kegiatan ini mahasiswa mempresentasikan masing-masing hasil dari diskusi mereka terkait dengan bacaan yang telah dibaca. Presentasi berjalan dengan baik terdapat umpan balik dari mahasiswa dan juga dosen sehingga mahasiswa dapat menambah pengetahuan mereka terkait dengan topik terkait. Dengan adanya presentasi membuat mahasiswa dapat memperoleh banyak pandangan dan pendapat dari berbagai kelompok lain.
D. Demonstrasi Kontekstual
- Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)
Terdapat beberapa hal penting yang saya telah pelajari dari topik kali ini diantaranya yang pertama terkait dengan SES atau status sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dari pendidikan seseorang. Seseorang yang berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang SES yang stabil cenderung tidak akan kesulitan untuk mengakses atau mengakomodasi pendidikan untuk keturunan-keturan mereka. Hal ini karena keluarga dengan SES yang stabil menganggap bahwa pendidikan merupakan investasi yang harus diberikan kepada anak. Sedangkan kebalikannya bagi keluarga dengan kondisi SES yang kurang stabil cenderung kurang memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah uang yang mereka miliki dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan primer mereka. Dalam beberapa kasus, anak juga dianggap sebagai aset yang harus membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Saya juga mempelajari bahwa faktor sosiokultural merupakan faktor bawaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Faktor sosiokultural diantaranya yaitu meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Setiap peserta didik tentunya memiliki latara belakang sosiokultural yang berbeda-beda yang berpengaruh dalam proses mereka dalam menempuh pendidikan. Disini peran guru diperlukan untuk dapat memahami bahwa setiap peserta didik merupakan individu yang unik. Dengan adanya beragam latar belakang sosiokultural pada peserta didik maka penyelenggaraan pendidikan juga harus menyesuaikan dan memperhatikan faktor-faktor tersebut, mulai dari perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, hingga pada tahap evaluasi pembelajaran.
E. Elaborasi Pemahaman
- Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi dapat menyebabkan atau mempengaruhi secara signifikan pada tingkat akademik peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber daya belajar dan mengajar. Hal ini berkaitan karena peserta didik dengan sumber belajar yang lebih baik dapat mencapai hasil akademik yang lebih tinggi. Namun, hal ini tidak selalu terjadi, anak-anak dengan kondisi ekonomi yang kurang stabul dengan anak yang memiliki kekuangan akses dalam sumber belajar akan kesulitan untuk mencapai hasil akademik yang baik karena karakter dan kemauan yang tidak memadai. Sementara orang dengan latar belakang ekonomi kurang stabil juga berpeluang untuk dapat berhasil dalam pendidikannya namun hal ini merupakan sebuah pengecualian.
- Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?
Hal baru yang saya pahami diantaranya yaitu pertama mengenai anggapan bahwa peserta didik merupakan kertas kosong yang tidak memiliki bekal ilmu apapun dan harus diisi oleh guru adalah anggapan yang kurang tepat. Kedua aspek sosiokultural dalam peserta didik tidak perlu dipertimbangan dalam penentuan kebijakan pelaksanaan pendidikan, tentu saja hal ini salah dikarenakan setiap keputusan yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pendidikan haruslah memperhatikan aspek sosiokultural pada peserta didik.
- Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu terkait upaya untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang menjerat anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang stabil. Saya merasa walaupun pada saat ini telah banyak beaswiswa maupun bantuan yang ditawarkan dari pemerintah namun faktanya masih banyak terdapat anak yang mengalami putus sekolah hanya dikarenakan kesulitan untuk mengakomodasi biaya pendidikan yang mahal. Misalnya untuk dapat apply beasiswa LPDP seseorang harus memenuhi persyaratan yang cukup banyak dan tentu saja persiapan tersebut memerlukan biaya yang cukup fantastik apalagi jika biaya-biaya tersebut dibebankan kepada mereka yang memiliki potensi besar namun terhalang oleh faktor ekonomi. Dengan kata lain beasiswa ini dapat dikatakan kurang tepat sasaran karena mayoritas yang dapat meng-apply adalah mereka yang mampu secara ekonomi.
F. Koneksi Antar Materi
- Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Materi pada topik ini dapat dikaitkan dengan mata kuliah PPL 1 yaitu dapat diterapkan pada saat saya mengajar di kelas dengan bekal teori yang diajarkan di kelas. Selain itu mata kuliah ini juga berkaitan dengan mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang mana kita menjadi tahu bahwa untuk merancang rancangan pembelajaran haruslah memperhatikan latar belakang sosiokultural yang melekat pada setiap peserta didik. Peserta didik merupakan seorang yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Selain itu kita menjadi mengetahui bahwa beberapa faktor bawaan dari peserta didik misalnya terkait dengan SES memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pendidikan seseorang.
G. Aksi Nyata
- Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Pembelajaran pada topik ini saya rasa sangat bermanfaat bagi kesiapan saya untuk menjadi guru. Hal ini dikarenakan dengan mempelajari topik ini saya menjadi memahami bahwa antara peserta didik satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan. Terdapat faktor-faktor yang melatarbelakangi setiap peserta didik yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka dalam menempuh proses pendidikan. Dengan mempelajari topik ini diharapkan saya dapat menambah ilmu dan pemahaman saya terkait peserta didik dan nantinya dapat menjadi bekal ketika telah mengajar secara reguler.
- Bagaiana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Dalam skala 1-10 saya menilai kesiapan saya untuk menjadi guru yaitu pada angka 6. Hal ini dikarenakan saya masih merasa perlu menambah ilmu pengetahuan terkait dengan dunia pendidikan atau ilmu pedagogi. Selain itu untuk sampai pada tahap siap saya rasa perlu adanya jam terbang yang cukup yang dapat diperoleh dengan praktik mengajar secara rutin. Mengikuti Pendidikan Profesi Guru merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan saya untuk dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalitas untuk dapat menjadi guru yang benar-benar siap.
- Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan dengan optimal?
Terdapat banyak hal yang dapat dipersiapkan untuk dapat sampai pada tahap yang paling optimal salah satunya yaitu dengan mengikuti Pendidikan Profesi Guru dengan sungguh-sungguh dan penuh kerelaan. Selain itu untuk menambah pengetahuan tambahan dapat dilakukan dengan belajar secara mandiri dengan melalui berbagai sumber yang tersedia, dapat melalui media online ataupun dengan mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan yang ada.
Komentar
Posting Komentar